Jenis Obat-Obatan Penurun Hipertensi

Obat-obatan tertentu mungkin dapat membantu menrunkan tekanan darah dengan cara bekerja secara langsung pada mekanisme pengatur yang mengendalikan tekanan darah. Untuk waktu yang lama, turunan rauwolvia, terutama reserpine adalah obat-obatan yang paling luas digunakan dalam terapi hipertensi. Obat-obatan itu menghambat aktivitas sistem simpatiko-adrenergik dengan menghilangkan sebagaian dari noradrenalin yang tersimpan pada dinding-dinding arteri. Turunan rauwolvia dengan aman, lambat dan lembut. Rauwolvia memiliki efek yang menenangkan dan menyenangkan. Namun, jika diminum dalam dosis besar, obat ini dapat menyebabkan depresi. Oleh karena itu, beberapa dokter enggan meresepkan obat tersebut.

Kelompok obat baru lainnya yang juga digunakan untuk menurunkan hipertensi adalah obat penghambat reseptor beta (beta receptor blocker) makin banyak digunakan. Obat ini bekerja dengan lembut dan efektif, terutama pada kasus hipertensi yang ringan atau sedang, terutama bagi pasien dengan sistem saraf simpatis yang hiperaktif yang mengalami peningkatan denyut jantung dan jantung berdebar-debar. Beta blocker dapat ditoleransi dengan baik. Jenis obat ini biasa digunakan pada mereka yang memiliki gagal jantung kongestif, denyut jantung lambat, asma, sirkulasi arteri perifer yang tidak seimbang dan diabetes yang tidak stabil.

Respon obat antihipertensi terhadap oragan tubuh.

Hidralazin yang merupakan suatu obat antihipertensi yang terkenal, makin sering digunakan sejak diperkenalkannya beta blocker. Obat ini telah terbukti efektif jika dikombinasikan dengan beta blocker karena manfaat obat antihipertensi pada kedua obat ini bekerja secara serempak, sedangkan efek sampingnya yang tidak diinginkan (peningkatan detak jantung dengan hidralazin, pelambatan jantung dengan beta blocker) saling menetralkan. Hidralazin melemaskan otot-otot dinding arteri dan oleh karena itu menurunkan resistensi aliran dan tekanan darah. Namun, sayangnya obat ini tidak boleh digunakan sendirian jika aliran darah ke arteri koroner tidak seimbang.

Klonidin adalah salah satu jenis obat yang memiliki dosis berat. Obat ini dapat menghambat bagian dari sistem simpatiko-adrenergik yang terletak di otak yang berfungsi untuk menurunkan resistensi arteri dan denyut jantung dan tekanan darah akan turun. Efek dari obat ini cepat hilang dan oleh karena itu harus diminum beberapa kali sehari. Namun jika konsumsi obat ini berhenti dapat menyebabkan masalah serius. Namun dampak buruk dari obat ini, seseorang tidak boleh menghentikan obat ini secara tiba-tiba tanpa persetujuan dari dokter terkait. Oleh karena itu, ketika memeriksakan tekanan darah, konsultasi terlebih dahulu obat apa yang cocok dengan kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh dalam merespon obat-obatan dari medis.

Guanetidin adalah salah satu dari obat antihipertensi yang paling kuat. Obat ini bekerja dengan menghambat transmisi implus dari otak ke pembuluh darah. Obat ini lambat dan berlangsung lama. Oleh karena dokter meningkatkan dosisnya dengan hati-hati sampai kebutuhan harian tercapai. Seperti yang dapat diharapkan dari obat yang begitu kuat, efek samping yang terjadi tidak diinginkan dan serius juga lebih umum terjadi, walaupun tidak selalu tak terhindarkan.

Oleh karenanya bagi mereka yang telah tervonis mengidap penyakit darah tinggi atau hipertensi ini disarankan untuk mengecek tekanan darah secara berkala dan mintalah resep obat dari dokter terkait namun harus disesuaikan dosis pengunaannya dengan keadaan atau kondisi tingkat kesehatan dan kemampuan tubuh dalam merespon obat bila dikonsumsi secara terus-menerus.


=====================================

>>> Kapsul Cellery Membantu Mencegah, Mengatasi dan Mengobati Hipertensi (Darah Tinggi), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>